SEJARAH
FILSAFAT BARAT
1.
Filsafat Yunani Klasik, bermula pada abad ke 6 sebelum masehi hingga
abad 5 sebelum masehi. Atau sekitar 500-600 tahun sebelum lahirnya Yesus
Kristus di dunia ini. Filsafat Yunani awalnya dipengaruhi oleh mitologi Yunani
dan peradaban tetangganya, Mesir dan Babilonia atau Irak sekarang ini. Dimana
kedua bangsa tersebut merupakan tempat dimana Nabi-Nabi berdakwah dan
menyebarkan ajarannya. Sebelum trio filsuf Yunani yang paling terkenal
(Socrates, Plato dan Aristoteles), telah ada filsuf alam Yunani yang terkenal.
Dikatakan filsuf alam karena studi filsafat mereka membahas tentang apa unsur
utama (arkhe) yang menyusun alam semesta. Thales mengatakan air, Anaximandros
mengatakan sesuatu yang nonfisik dan tak terbatas, sementara Anaximenes
mengatakannya udara. Kemudian setelah filsuf alam, lahirlah filsuf yang
membahas tentang ilmu pasti dan matematika seperti Phytagoras, Herakleitus dan
Parmenides.
2. Filsafat Abad Pertengahan, di mulai pada abad ke 4 sampai abad ke 15.
Filsafat Barat pada pasca kelahiran Yesus Kristus ini ditandai dengan
berpadunya filsafat dan agama. Sayangnya, ajaran filsafat yang bertentangan dan
doktrin gereja diberangus bahkan filsif yang mengeluarkan ajaran tersebut di
hukum mati. Hal itu bisa kita dapati dari peristiwa matinya Copernicus dan
Galileo yang mengeluarkan teori yang bertentang dengan doktrin gereja. Itulah
mengapa filsafat abad-abad ini juga dissebut sebagai abad kegelapan filsafat.
Filsafat barat mengalami stagnansi atau keterhambatan. Di sisi lain, filsafat
timur khususnya filsafat Islam mengalami perkembangan pesat pasca lahir dan
tersebarnya ajaran Muhammad Saw. Di abad kegelapan filsafat ini, hanya yang
berhasil memadukan filsafat dan agamalah yang berhasil bertahan dan diakui
ajarannya. Dan filsuf tersebut salah satunya adalah Thomas Aquinas dengan
teorinya yang paling terkenal; lima argumentasi pembuktian kebaradaan Tuhan.
3. Filsafat Abad Modern, berawal dari abad 16 hingga abad ke 19.
Filsafat Abad Modern didahului oleh pergerakan filsuf yang menentang dominasi
gereja pada pertengahan abad ke 16. Lahirlah gerakan Renaissance di Prancis dan
Italia, Enlightment di Inggris dan Aufklarung di Jerman. Intinya, Eropa berada
pada zaman pencerahan. Filsafat kemudian memisahkan diri dari kungkungan agama
versi gereja. Di sinilah berawal istilah sekularisasi atau pemisahan kewenangan
antara keilmuan atau sains (materi) dan agama (nonmateri). Sekularisme inilah
yang membawa filsafat barat pada perkembangan dan penyebaran yang sangat pesat.
Hal ini terbukti dengan banyaknya lahir filsuf-filsuf baru pada zaman ini
diantaranya; Francis Bacon, Thomas Hobbes, Rene de Cartes, Immanuel Kant, John
Locke, Baruch Spinoza, Soren Kierkegaard, Auguste Comte, Karl Marx, Nietzsche
dan masih banyak lagi.
4. Filsafat Kontemporer, atau biasa juga disebut filsafat
postmodernisme (setelah modern) di mulai sejak abad ke 20 hingga sekarang ini
(abad 21). Filsuf pada zaman ini melahirkan paham-paham baru, diantaranya
Fenomenologi, Filsafat perempuan atau Feminisme, filsafat hidup atau
eksistensialisme dan paham-paham lainnya. Pada abad ini pula, para filsuf
kemudian mengkhususkan diri pada obyek kajian filsafat tertentu. Di sisi lain,
para filsuf tersebut mengumumkan atau mengeneralisasi gerakan mereka ke dalam
bentuk komunitas tertentu. Perbedaan paling mencolok pada filsafat zaman kita
ini adalah banyaknya beredar jurnal filsafat (kumpulan beberapa tulisan oleh
penulis berbeda). Para filsuf zaman ini di antaranya; Edmun Husserls, Henri
Bergson, Ernst Cassirer, Bertrand Russell, Thomas Kuhn, Martin Heidegger, Jean
Paul Sartre, Jurgen Habermas dan lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar